Indeks saham di Asia melanjutkan kenaikan dari akhir pekan lalu seiring tetap tingginya ekspektasi terhadap tindakan yang lebih tegas dari bank sentral Eropa (ECB) untuk mengatasi krisis utang yang semakin kronis di benua itu.
Sentimen juga tertolong oleh data pertumbuhan Kuartal II ekonomi AS yang melambat lebih kecil dari yang ditakutkan. Ekonomi no 1 terbesar di dunia hanya tumbuh 1.5% selama periode April-Juni setelah tumbuh 2% pada Kuartal sebelumnya dan para pengamat memprediksikan penurunan pertumbuhan yang lebih besar.
Pasar sangat berharap ECB akan melanjutkan kembali program pembelian SUN guna menekan biaya pinjaman negara anggota zona Euro yang sedang berada dalam kesulitan, misalnya Spanyol, dan mengambil berbagai langkah lain untuk menopang ekonomi di kawasan Eropa.
Investor berharap tindakan tindakan tersebut dapat mencegah Spanyol dari situasi terpaksa mencari dana talangan yang tentunya akan jauh lebih masif jumlahnya dibanding dengan kucuran dana talangan sebelumnya untuk Portugal, Yunani dan Irlandia. Krisis yang hebat di Spanyol dapat membahayakan eksistensi mata uang Euro dan pada akhirnya bisa mendorong ekonomi global kembali mengalami resesi.
IHSG maju 14.9 poin (0.37%) dan ditutup di level 4099.1 dengan Market Breadth yang Netral karena jumlah saham naik hanya sedikit lebih banyak dari jumlah saham turun. Indeks saham Blue Chip LQ-45 bertambah 3.4 poin (0.49%) dan ditutup di level 702.3. Investor asing membukukan Net Buy IDR 738.4 miliar.
Memperpanjang rally pada akhir pekan lalu, indeks saham di Eropa ditutup naik didorong ekspektasi para pemimpin Eropa akan mengambil langkah menngatasi krisis utang, ternasuk dengan cara membeli SUN.
Dari data ekonomi, Komisis Eropa melaporkan Euro zone Economic Sentiment Index bulan Juli turun ke level 87.9 dari 89.9 di bulan Juni, lebih rendah dari ekspektasi.
Indeks saham utama di Wall Street berakhir datar (flat) karena investor jeda sejenak menyusul kenaikan besar selama 2 hari beruntun dan menjelang berlangsungnya pertemuan FOMC dan rilis sejumlah data penting ekonomi, termasuk Non-Farm Payroll yang memperlihatkan laju perekrutan pegawai di bulan Juli gagal menurunkan tingkat pengangguran yang sudah bertahan diatas 8% selama lebih dari 3 tahun.
Pagi ini indeks saham di Asia dibuka flat dan bergerak dalam kisaran yang sempit karena investor menantikan apakah Federal Reserve akan mengumumkan langkah stimulus lebih lanjut.
Tingkat Pengangguran Jepang turun di bulan Juni menjadi 4.3%, mengalahkan ekspektasi Tingkat Pengangguran akan tetap 4.4% atau sama dengan hasil di bulan Mei. Secara terpisah, belanja rumah tangga yang terdiri dari 2 orang atau lebih tumbuh 1.6% dari tahun sebelumnya, lebih rendah dari ekspektasi pertumbuhan 2.9%.
IHSG hari ini kami perkirakan akan rentan terhadap aksi profit taking dan berfluktuasi dalam kisaran perdagangan 3973 ? 4233.