Indeks saham di Asia berakhir pada level yang lebih tinggi karena investor menyambut positif laporam keuangan dari HSBC, Hitachi dan Panasonic serta karena tetap tingginya ekspektasi bahwa pembuat kebijakan di Eropa akan mengeluarkan kebijakan yang tegas untuk memerangi krisis utang Eropa.
Investor menaruh harapan besar pada pertemuan bank sentral Eropa (ECB) dimana banyak pihak berharap Presiden ECB Mario Draghi mengumumkan rencana besar untuk mendukung mata uang Euro, setelah minggu lalu memberi komentar bahwa ECB siap melakukan apa saja demi menyelamatkan Euro.
Menteri Keuangan AS Timothy Geitner dan Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mendukung komitmen tersebut tanpa sedikit pun menyebut Yunani yang masih menjadi sumber ketidakpastian sejak terjadinya krisis utang Eropa.
IHSG naik 43.2 poin (1.05%) dan ditutup pada level 4142.3 sementara indeks saham Blue Chip LQ-45 lompat 10.5 poin (1.49%) dan ditutup di level 712.8. Selama bulan Juli, IHSG bertambah 186.6 poin (4.7%) menyusul pertumbuhan 3.2% di bulan sebelumnya. Investor asing membukukan Net Buy IDR 1.2 triliun.
Kekecewaan menekan indeks saham di Eropa di dorong oleh buruknya laporan keuangan dari emiten, terutama dari UBS dan BP sementara ketidakpastian atas prospek tindakan tegas ECB semakin besar dipicu oleh komentar salah satu pejabat bank sentral Jerman, Bundesbank.
CNBC melaporkan seorang pejabat Bundesbank yang tidak diketahui namanya mengatakan institusinya ingin kebijakan moneter hanya fokus pada kestabilan harga, indikasi Bundesbank tidak mendukung pengaktifan kembali program pembelian obligasi oleh ECB.
Data ekonomi AS memberi gambaran yang mixed seiring melemahnya belanja konsumen di bulan Juni sementara pendapatan pribadi (Personal Income) tumbuh 0.5%.
Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen di AS membaik di bulan Juli, namun tetap pada level yang relatif rendah dan harga rumah di AS naik selama 4 bulan beruntun, tanda pemulihan pasar perumahan semakin kuat.
Indeks saham utama di Wall Street turun karena investor khawatir bank sentral gagal menyediakan stimulus yang cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi global. Untuk bulan Juli, DJIA dan S&P 500 masing masing tumbuh 1% dan 1.3% sementara NASDAQ hanya bertambah 0.2%.
Pagi ini indeks saham di Asia dibuka turun karena investor menantikan kebijakan moneter terkini dari Federal Reserve dan ECB. Indeks saham di Jepang memimpin penurunan didorong oleh kekecewaan atas laporan keuangan emiten yang keluar.
Di China, data resmi Manufacturing Purchasing Managers? Index (PMI) turun ke level 50.1 di bulan Juli dari 50.2 pada bulan sebelumnya dan lebih rendah dari nilai tengah (median) perkiraan para pengamat yang sebesar 50.5. HSBC juga dijadwalkan merilis data Manufacturing PMI China hari ini.
IHSG hari ini kami perkirakan akan rawan terhadap aksi profit taking dan berfluktuasi dalam kisaran perdagangan 3973 ? 4233.