Search News

Market Outlook August 7th, 2019

Selasa, 06 Agustus 2019 | 17:47
Mayoritas indeks saham Asia memantul meskipun masih dalam area negatif. Indeks Nikkei (-0.65%), Topix (-0.44%), HangSeng (-0.67%) dan Shanghai (-1.07%) sedikit terlihat rebound setelah membuka perdagangan dengan berdarah-darah lebih dari dua persen. Indeks Futures AS yang dibuka siang ini menghijau dan China yang menstabilkan mata uang menjadi faktor utama meredakan beberapa gejolak pasar. Aksi jual investor global dalam ekuitas mereda setelah China menangkis pernyataan AS mengenai permainan mata uang demi meningkatkan export. China melakukan intervensi Yuan menjadi lebih stabil dan pengaruh ini pun merambah pada mata uang Yen yang turun dari level tertinggi lebih dari setahun di Jepang.

IHSG (-0.91%) melemah cukup signifikan 56.23 poin bertahan dilevel 6119.47 meskipun sempat melemah lebih dari dua persen diawal sesi perdagangan. Panic Selling terjadi disaat tensi perdagangan AS-China mengancam gejolak pasar yang memberikan ekspektasi runyam pada pertumbuhan global. Pada pasar reguler investor asing melakukan aksi jual bersih 2 Triliun rupiah terbesar ditahun ini. Saham BBCA, BBRI, BMRI dan ASII menjadi yang teramai dijual secara net sell value investor asing. Saham-saham aneka industri (-2.26%) dan Keuangan (-1.90%) menjadi penekan pelemahan IHSG mengiringi aksi jual investor asing pada sebagian besar saham-saham disektor tersebut. Sedangkan saham-saham sektor pertambangan (+0.52%), Infrastruktur (+0.47%) dan Property (+0.37%) menyeimbang dengan menguat mendorong IHSG mampu menghapus kerugian lebih dari sepersen. Perusahaan property diburu investor setelah data Indeks harga property rilis diatas ekspektasi. Harga komoditas tambang logam Nikel (+2.98%) naik signifikan setelah persediaan pada Warehouse global terpantau menurun. China yang membuka keran import tambang logam feronickel dan aksi tunggu pada pelarangan eksport Nikel di Indonesia menjadi salah satu faktor. Katalis tersebut menjadikan alasan investor memburu Saham ANTM (+9.30%) dan INCO (+4.98%). 

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan menghijau seakan menjadikan bursa saham Asia sebagai acuan optimisme trader. Indeks Eurostoxx (+0.62%), FTSE (+0.14%) dan DAX (+0.63%) menguat lebih dari setengah persen setalah data pertumbuhan pesanan pabrik di Jerman rilis sangat baik secara MoM sebesar 2.5% dari -2.0% dibulan Juni 2019. Pound menguat karena penentang Brexit yang tidak punya kesepakatan menegaskan rencana mereka untuk menghentikan Perdana Menteri Boris Johnson dari kemungkinan mencoba meninggalkan Uni Eropa tanpa persetujuan. Emas menurun 0,2% menjadi $ 1,461 per ounce. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,7% menjadi $ 55,10 per barel mengiringi kenaikan harga Nikel (+2.98%) dan Minyak WTI (+0.53%). Sentimen selanjutnya cenderung minim sehingga memaksa investor kembali mencermati langkah China membalas tarif AS dan potensi penguatan harga-harga komoditas.

Pergerakan IHSG secara teknikal berhasil whipsaw tepat pada support FR261.8% target ideal wave c yang merupakan ekspansi rasio dari wave b pada pola Elliot Wave. Candlestick pergerakan ini membentuk southern star dengan menyerupai long leg doji. Indikasi memasuki phase akumulasi yang cukup besar dengan momentum Indikator RSI yang berada jenuh cukup rendah pada area oversold. Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak mencoba rebound dengan support resistance 6100-6210. Saham-saham yang dapat cukup menarik diantaranya; INKP, TKIM, MAIN, HMSP, BBRI, BBNI, BMRI, BBCA, BBTN, TLKM, ASII, ADRO, INCO, WSKT, ADHI, UNTR, ACES.

Disclaimer on
Reliance Sekuritas Indonesia
Lanjar Nafi, lanjar@reliancesekuritas.com


A
A
A

Online Trading



call center    verisign

QUOTE

WORLD INDEX

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 47

  Index %

EXCHANGE RATE

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 77

Code Rate Change %



reliance ksei kpei idx ojk t3b