Search News

Market Outlook August 8th, 2019

Kamis, 08 Agustus 2019 | 10:24

Indeks saham Asia terlihat belum move on pada zona merah. Mayoritas bergerak bervariasi sejak awal sesi perdagangan. Indeks Nikkei (-0.33%) dan Shanghai (-0.41%) masih terpuruk melemah sedangkan TOPIX (+0.05%) dan HangSeng (+0.08%) tutup menguat tipis. Investor terfokus pada pergerakan mata uang dan Yuan terkoreksi setelah di intervensi karena PBOC menetapkan referensi tingkat suku bunga lebih rendah dari yang diharapkan. Langkah dovish oleh tiga bank sentral utama Asia menunjukkan bahwa pembuat kebijakan masih memiliki kekuatan untuk mengejutkan investor, dan menggarisbawahi perubahan global menuju kebijakan yang lebih mudah bahkan setelah sikap tak terduga Federal Reserve pekan lalu.

 

Berbeda dengan bursa Asia. IHSG (+1.38%) berani move on dari pelemahan dengan naik 84.72 point kelevel 6204.19. Saham-saham sektor Keuangan (+1.98%) dan Infrastruktur (+1.94%) menjadi pendorong utama pergerakan IHSG. Rupiah (+0.36%) terhadap USD ditutup menguat setelah intervensi Bank Indonesia melalui obligasi. Data cadangan devisa Indonesia rilis sangat baik melebihi ekspektasi dengan dirilis naik $125.9 miliar berbanding $123.8 miliar pada periode sebelumnya. Cadangan Devisa ini setara dengan import selama 7,3 bulan diatas standart internasional (3 bulan import). Devisa meningkat karena pendapatan ekspor yang lebih tinggi dari minyak dan gas dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Bank Indonesia melihat cadangan Valas cukup dan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan untuk menjaga ekonomi makro dan stabilitas sistem keuangan. Investor asing masih tercatat net sell namun lebih sedikit dikisaran 216.97 miliar rupiah dengan saham ASII, SMGR dan BBNI menjadi top net sell value.

 

Indeks Eurostoxx (+0.48%), FTSE (+0.38%) dan DAX (+0.71%) mayoritas menguat. Produsen bahan kimia memimpin kenaikan di Eropa setelah salah satu perusahaan kimia terbesar di Eropa setuju untuk menjual sahamnya. Meskipun demikian investor global terlihat masih cenderung meminati aset haven dimana terpantau harga Emas naik nyaris sepersen kelevel $1.487.82 per ounce.

 

Ekuitas AS ditutup berhasil pulih dari pelemahan diawal sesi perdagangan. Indeks DJI (-0.09%), S&P 500 (+0.08%) dan NASDAQ (+0.38%) berhasil berada dizona positif. Investor menimbang bagaimana bereaksi terhadap gelombang pelonggaran moneter oleh bank sentral di seluruh dunia karena imbal hasil obligasi global menyelami posisi terendah baru di tengah kekhawatiran resesi global

 

Pagi ini bursa saham Asia diperkirakan bergerak mixed setelah Indeks Nikkei (+0.02%) dan TOPIX (-0.26%) bergerak bervariasi. Trader juga akan mengamati dengan seksama yuan China memperbaiki sinyal pada kebijakan dengan bank sentral di bawah tekanan untuk mengeluarkan mata uang terlemah dalam lebih dari satu dekade. Harga Minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,4% menjadi $ 52,31 per barel setelah Bloomberg News melaporkan bahwa Arab Saudi menghubungi sesama produsen minyak mentah untuk membahas cara untuk menghentikan penurunan harga. Harga nikel (+3.33%) kembali melonjak sedangkan Timah (-1.64%) dan Batubara NC (-0.44%).

Disclaimer on


A
A
A

Online Trading



call center    verisign

QUOTE

WORLD INDEX

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 47

  Index %

EXCHANGE RATE

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 77

Code Rate Change %



reliance ksei kpei idx ojk t3b