Search News

Market Roundup 09 September 2019

Selasa, 10 September 2019 | 16:05
Mayoritas bursa di asia pada akhir perdagangan pekan lalu kompak ditutup menguat. Nikkei (+0.54%), TOPIX (+0.17%), dan Hangseng (+0.66%) berhasil ditutup di zona hijau. Meredanya tensi dagang antara China dan AS menjadi sentiment positif untuk pergerakan indeks di Asia. AS dan China dikabarkan sepakat untuk melanjutkan negosiasi dagang pada 1 Oktober 2019.

IHSG (+0.03%) naik tipis di ambang pelemahan 2.15 poin kelevel 6308.95 dengan aksi jual investor asing 353.94 miliar rupiah. Saham-saham Property (-1.78%) dan Infrastruktur (-1.41%) menjadi penekan pergerakan IHSG sedangkan pertambangan (+0.83%) dan Industri Dasar (+1.71%) berhasil menahan pelemahan hingga mampu ditutup pada zona positif. Rupiah (+0.38%) stabil dengan pergerakan positif sejak 3 hari perdagangan dimana pada akhir pekan rupiah berada di level Rp14.101 per USD.

Ekuitas saham di Eropa ditutup sedikit lebih tinggi pada Jumat (06/09). Investor memantau ketidakpastian Brexit yang sedang berlangsung dan perkembangan dalam perang dagang AS-China. Indeks FTSE 100 (+0.15%), CAC (+0.19%) dan DAX (0.54%) menguat hingga setengah persen. Harga untuk obligasi pemerintah Italia melonjak, mendorong imbal hasil lebih rendah, setelah tanda-tanda bahwa pembicaraan koalisi antara Gerakan 5-Bintang anti-pembentukan dan Partai Demokrat tengah-kiri membuat kemajuan, menenangkan kekhawatiran akan kemungkinan pemilihan cepat.

Ekuitas Jepang membuka perdagangan awal pekan dengan menguat. Indeks Nikkei (+0.35%) dan TOPIX (+0.31%) cukup optimis diawal sesi perdagangan mengiringi bursa AS ditutup menghijau setelah the Fed menguat pandangan untuk penurunan suku bunga lanjutan sebelum pertemuan FOMC minggu depan mengacu pada data pekerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Penguatan bursa saham Jepang dengan volume yang lebih rendah dari biasanya setelah topan faxai mendarat dekat tokyo dan menyebabkan gangguan yang meluas dan memusut aliran listrik sekitar 90ribu rumah. Investor menimbang stimulus lanjutan dari Tiongkok ditengah data ekonomi yang melemah data pada akhir pekan menunjukkan ekspor China secara tak terduga mengalami kontraksi pada Agustus. PBOC mengatakan akan memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank sebagai cadangan kelevel terendah sejak 2007 hal ini guna menyuntikan likuiditas kedalam perekonomian.

Dari komoditas pagi ini Harga minyak WTI naik 0.8% kelevel $56.95 per barrel sedangkan harga batubara NC (-0.97%), Timah (-0.16%) dan Nikel (-0.61%) terkoreksi.

Kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi, seiring aksi wait and see investor terhadap kebijakan The Fed serta perkembangan hubungan antara China dan AS. Sebagian investor optimis The Fed akan kembali menurunkan suku bunga ditengah data ekonomi AS yang ternyata lebih rendah.


A
A
A

Online Trading



call center    verisign

QUOTE

WORLD INDEX

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 47

  Index %

EXCHANGE RATE

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 77

Code Rate Change %



reliance ksei kpei idx ojk t3b