Search News

Market Roundup 10 September 2019

Selasa, 10 September 2019 | 16:06
Diawal Pekan mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat. Indeks Nikkie (+0.56%), TOPIX (+0.91%) dan Shanghai (+0.62%) menguat cukup optimis sedangkan HangSeng (-0.04%) terkonsolidasi dengan bergerak tipis. Investor terus menimbang serangkaian stimulus baru yang diharapkan oleh bank sentral dunia. Pada hari Jumat, People?s Bank of China mengatakan akan memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank sebagai cadangan ke level terendah sejak 2007, menyuntikkan likuiditas ke dalam ekonomi karena perang perdagangan dengan AS membebani pertumbuhan.

IHSG (+0.27%) naik sebesar 17.26 poin kelevel 6326.21 dengan saham-saham sektor pertambangan (+1.65%) dan Infrastruktur (+1.16%) menjadi pemimpin penguatan. Emiten pertambangan menguat signifikan diawal pekan mengiringi optimisme aktifitas export yang lebih baik dari dalam negeri. Tiongkok melaporkan adanya kenaikan import minyak mentah sebesar 9.6% YoY dan Import Batubara naik 8.1% YoY dari Januari hingga Agustus 2019. Selain itu kajian pemerintah untuk meluaskan larangan export beberapa hasil tambang juga menjadi katalis. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 84.06 Miliar rupiah meskipun pergerakan Rupiah (+0.47%) menguat optimis hampir setengah persen diawal pekan ini. Saham UNTR (+8%) yang naik signifikan menjadi kontribusi terbesar kenaikan IHSG setelah bergerak cukup rendah sejak mengalami trend negatif hampir lebih dari 2 bulan terakhir.

Bursa Eropa menutup perdagangan awal pekan dengan terkonsolidasi. Indeks Eurostoxx (-0,01%), FTSE (-0,64%) dan DAX (+0.28%) terkonsolidasi dekat level equilibrium. Obligasi kawasan euro jatuh karena investor meragukan hasil pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa Kamis nanti akan melahirkan stimulus moneter lebih lanjut. Pound stabil saat Boris Johnson berpegang teguh pada rencananya Brexit, meskipun ada pembelotan terbaru dari partai politiknya

Ekuitas Jepang menguat cukup signifikan diawal sesi perdagangan. Indeks Nikkei (+0.22%) dan TOPIX (+0.34%) naik setelah saham AS mengakhiri trend optimis dengan bergerak bervariasi dengan sektor-sektor yang telah mendorong penguatan baru-baru ini seperti sub sektor kesehatan, teknologi dan real estate berkinerja buruk. Di Eropa kontrak UK sedikit berubah setelah parlemen Inggris kembali menolak pemilihan awal dan Para investor memangkas harapan bahwa Bank Sentral Eropa akan mengungkap paket stimulus besar. Di bidang perdagangan, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan sebelumnya bahwa AS dan China telah membuat ?banyak kemajuan? dalam pembicaraan.

Di tempat lain, minyak naik setelah menteri energi baru Arab Saudi mengisyaratkan bahwa OPEC dan sekutunya akan melanjutkan pengurangan produksi, ketika kelompok itu bersiap untuk berkumpul di Abu Dhabi. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,8% menjadi $ 58,31 per barel. Harga Komoditas lain seperti Nikel (+2.06%) cukup signifikan sedangkan harga Batubara NC (-2.05%) berkebalikan turun signifikan.

Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak cenderung melemah dipicu oleh aksi profit taking dan aksi jual investor asing yang masih berlanjut.


A
A
A

Online Trading



call center    verisign

QUOTE

WORLD INDEX

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 47

  Index %

EXCHANGE RATE

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/sidebar_v.php

Line Number: 77

Code Rate Change %



reliance ksei kpei idx ojk t3b