Search News

OVER THE HORIZON (July 19 - July 23, 2010)

Jumat, 06 Agustus 2010 | 10:39

Market Review & Forecast

EQUITY MARKET:

Minggu lalu, pasar saham di dunia melemah di picu oleh kecemasan atas proses perbaikan ekonomi AS yang sudah mulai kehilangan momentum dan ketidakpastian dari lolosnya UU Reformasi Sektor Keuangan di Senat AS.

Indeks MSCI World turun 42.9 poin (-0.15%) ke level 1,089.9, indeks MSCI Emerging Market turun 2.93 poin (-0.31%) ke level 948.9 dan indeks MSCI Asia Pasifik tidak berubah atau masih di level 116.

FTSE100 bertambah 25.9 poin (-0.50%) dari 5,132.9 menjadi 5,158.8 terutama setelah BP berhasil untuk sementara menghentikan tumpahan minyak. Sebaliknya CAC40 turun 1.53% ke level 3,500 dari 3,554.5. Minggu ini FTSE cenderung bergerak melemah dan berada dalam trading range 5,065 -5,203.

Nikkei225 tergelincir 176.9 poin (-1.85%) ke level 9,408 dari 9,585.3 seiring dengan menguatnya nilai tukar JPY. Minggu ini Nikkei225 masih berpotensi melemah karena JPY yang masih berpotensi menguat dan berada di kisaran 9,290 – 9,630.

IHSG minggu lalu di tutup pada level 2,992 yang merupakan rekor tertinggi baru. Indeks saham Blue Chips LQ45 naik 11.14 poin (1.95%) dari 569.9 menjadi 581.

Kenaikan indeks di motori oleh kenaikan harga saham saham pada sektor Aneka Industri (4.86%) di susul oleh sektor Infrastruktur (3.31%) dan Keuangan (2.95%). Kondisi global yang sedang suram bisa menjadi faktor penghalang bagi IHSG untuk menembus level psikologis 3,000. IHSG kami perkirakan akan bergerak turun dan berada di kisaran 2,929 -2,980.

Indeks saham utama di Wall Street minggu lalu berguguran di picu oleh melemahnya sejumlah indikator ekonomi seperti indeks sentimen konsumen, Industrial Production dan penjualan ritel (retail sales).

Hampir berada di bawah level psikologis 10,000, DJIA terjatuh 100 poin (-1.0%) pada level 10,097.9 sementara NASDAQ mundur teratur 17.4 poin (-0.8%) ke level 2,179. S&P500 di tutup berkurang 13.08 poin (-1.2%) ke level 1,064.9 dari 1,078. Nilai indeks volatilitas VIX yang di gunakan untuk mengukur rasa takut (fear) investor, melonjak ke level 26.25 dari 24.98 pada minggu sebelumnya. 

Minggu ini investor masih akan di banjiri oleh laporan keuangan emiten. Dari sisi ekonomi, indikator pasar perumahan akan mendominasi data yang di rilis minggu ini (tabel 1). Pasar perumahan AS di perkirakan mengalami kemunduran pada bulan Juni karena ekspansi pasar yang di wakili oleh Housing Starts dan Building Permits di yakini berkurang.

Selain itu, pembelian rumah yang sudah terlebih dahulu berdiri (Existing Home Sale) di duga akan turun semakin dalam setelah berakhirnya program insentif Tax Credit tanggal 30 Juni yang lalu. DJIA minggu ini kami prediksi masih akan melanjutkan pelemahan dan menguji garis support 10,000 dan berada di kisaran 10,005 – 10,145.


GOLD:
Harga kontrak berjangka emas untuk bulan Agustus 2010 turun 1.79% dari $1,209.8 per troy ounce menjadi $1,188.2 per troy ounce seiring reboundnya nilai tukar EUR terhadap USD. Selama ini kenaikan harga emas di topang oleh kecemasan atas kondisi ekonomi global dan ketakutan meluasnya krisis hutang di Eropa.

Data COT CFTC menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) turun dari 787,211 kontrak menjadi 777,861 kontrak. Jumlah OI mulai turun sejak minggu yang berakhir tanggal 18 Juni 2010 yang kebetulan merupakan hari dimana harga emas mencatatkan rekor tertingginya, $1,258.3 per troy ounce. Namun Net Long Position dari spekulator tidak berubah banyak, bahkan cenderung naik dari 231,381 kontrak menjadi 231,972 kontrak.

Semua ini berarti bahwa walaupun ada aliran dana keluar dari pasar emas, namun investor yang menjual emas tidak memiliki banyak pilihan, instrumen keuangan atau pasar lain, untuk menempatkan dananya. Sehingga mereka masih akan memgang sejumlah besar kontrak emas untuk beberapa waktu ke depan. Harga emas minggu ini menurut perhitungan kami akan berada pada kisaran $1,182 - $1,212 per troy ounce.


CRUDE OIL:
Harga kontrak berjangka minyak mentah untuk bulan Agustus 2010 relaitif tidak berubah pada level $76/barel seiring dengan melemahnya beberapa indikator ekonomi yang meredupkan proyeksi permintaan atas minyak mentah dunia. Selain itu pelemahan nilai tukar USD terhadap sejumlah mata uang utama di dunia juga memberi support pada harga minyak sehingga tidak terjun bebas di bawah $72 per barel.

Data COT CFTC tanggal 13 Juli menunjukkan bahwa jumlah Open Interest (OI) turun tipis dari 2,64 juta kontrak menjadi 2,62 juta kontrak. Net Long Position dari Spekulator besar bertambah dari 89,977 kontrak menjadi 112,398 kontrak. Volume persediaan minyak mentah jenis Light Sweet di Cushing, Oklahoma pada tanggal 9 Juli terlihat mulai kembali menumpuk dan mencapai 36.1 juta barel, naik dari 35.8 juta barel.

Spread (selisih harga) antar kontrak berjangka Light Sweet dan Brent untuk bulan September melebar dari 85 sen menjadi 98 sen karena adanya potensi badai di laut Karibia yang dapat mengganggu operasi sejumlah kilang pengeboran minyak. Harga minyak minggu ini kami perkirakan akan berada di kisaran $74.50-$77.25 per barel.


COAL:
Harga batubara yang di kirim melalui pelabuhan Newcastle, Australia minggu lalu turun dari $97.06/MT menjadi $96.34/MT. Harga batubara yang di kirim lewat pelabuhan Richard Bay, Afrika Selatan relatif tidak berubah, masih di level $90,2/MT meskipun adanya aksi mogok kerja oleh buruh pelabuhan. Harga batubara yang di kirim lewat pelabuhan Newcastle minggu ini, menurut pandangan kami akan berada di kisaran $95-$98 per MT.

Sementara itu, Baltic Dry Index (BDI) yang di gunakan untuk memonitor permintaan terhadap bahan komoditas yang di kirim melalui jalur laut seperti batubara, minyak, gas dan baja minggu lalu anjlok 9.6% dari 1,902 menjadi 1,720. 


TIN:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Timah di LME minggun lalu naik tipis 0.57% dari $17,650/MT menjadi $17,750/MT seiring dengan meningkatnya jumlah Open Interest (chart 6) dan berkurangnya persediaan Timah pada sejumlah gudang yang berada di bawah monitor LME.

Meskipun volume persediaan (Inventory) Timah turun dari 16,475 ton menjadi 16,035 ton, jumlah rata rata Cancelled Warrants berkurang dari 8.56% menjadi 6.83% dari total persediaan. Minggu ini harga kontrak Timah masih berpeluang untuk naik dan berada di kisaran $17,550/MT - $18,100/MT.


NICKEL:
Harga kontrak berjangka 3 bulan Nickel di LME minggu lalu anjlok 2.82% dari $19,500/MT menjadi $18,950/MT akibat aksi profit taking setelah pada minggu sebelumnya harga kontrak berjangka 3 bulan Nickel melompat 3.72%.

Meskipun volume persediaan Nickel turun 1.32% dari 120,660 ton menjadi 119,070 ton, permintaan fisik terhadap Nickel tidak meningkat bahkan cenderung melemah.

Ini bisa dilihat dari jumlah rata rata Cancelled Warrants yang stabil pada 4.3% dari total persediaan Nickel. Persentase ini sedikit di bawah rata rata Cancelled warrants selama bulan Juli.

Lemahnya permintaan juga bisa di lihat dari selisih antara harga spot (cash) dengan harga kontrak dengan jangka waktu terpanjang (27 bulan) yang sedikit lebih lebar dari minggu sebelumnya.


CURRENCIES:
Dollar Index, yang di gunakan untuk memonitor nilai tukar USD terhadap 6 mata uang utama di dunia, minggu lalu turun dari level 83.95 ke level 82.49, terendah sejak 3 mei 2010 (chart 11) seiring mulai pudarnya momentum perbaikan ekonomi AS dan prospek The Fed mempertahankan suku bunga acuan yang super rendah untuk waktu yang lebih lama.

Nilai tukar USD terhadap JPY melemah ke level terendah untuk tahun ini dari 88.62 menjadi 86.57. JPY menjadi satu satunya pelarian bagi investor yang khawatir ekonomi AS mengalami double dip recession dan investor yang berusaha menghindari krisis hutang eropa. Pelarian ke JPY terefleksikan pada yield spread antara UST 2y dan JGB 2y yang menyempit menjadi 46 bps dari 48 bps.

Nilai tukar EUR terhadap USD menguat dari 1.2641 menjadi 1.2930. Sejumlah pihak berpendapat bahwa penguatan nilai tukar EUR terhadap USD terlalu cepat dan berlebihan sehingga akan sulit menembus level psikologis 1.31 dan rawan koreksi.

Nilai tukar USD terhadap IDR sedikit melemah dari 9,048 menjadi 9,042 seiring dengan masih derasnya aliran dana asing yang masuk ke Indonesia. Mengingat yield yang relatif lebih tinggi dari yang di tawarkan negara berkembang lain, kepemilakn asing atas SUN masih tercatat naik hingga tanggal 16 Juli 2010, dari Rp.166.93 triliun menjadi Rp.168.23 triliun. Minggu ini USD akan di perdagangkan pada kisaran 9,030-9,075.


Analyst : Jasa Adhi Mulya  


A
A
A

IDX CHART

LOGIN

Username
Password

verisign

QUOTE

WORLD INDEX

  Index %
Dow10,320.10+0.49%
Nasdaq2,200.010.00%
S&P 5001,090.100.00%
10 Yr Bond(%)2.6280%
Oil74.71-0.41%
Gold1,251.500.00%
FTSE 1005,397.65+0.50%
DAX6,112.74+0.47%
CAC 403,652.33+0.58%
Nikkei 2259,114.13+0.57%
Hang Seng20,971.50+0.49%
Straits Times3,002.56+0.53%
2010-09-03 16:51:16

IDX INDEX

  Index Point
AGRI
1,771.70
12.69
BASIC-IND
367.55
5.51
CONSUMER
1,074.43
39.67
INFRASTRUCE
765.74
4.16
FINANCE
401.91
4.53
MANUFACTURE
782.48
16.19
MINING
2,290.75
24.18
MISC-IND
882.45
3.81
PROPERTY
168.97
0.08
TRADE
333.50
7.25
DBX
406.82
4.99
MBX
918.61
12.34
KOMPAS100
751.08
10.01
LQ45
597.92
8.15
JII
487.64
4.02
BISNIS-27
292.68
3.87
PEFINDO25
257.77
0.13
SRI-KEHATI
178.73
1.70
COMPOSITE
3,164.28
42.13
2010-09-03 16:55:01

TOP 5

  Freq Price %
BHIT9,03311814.56
PGAS6,0353,800-2.56
ADRO4,9241,8402.79
BTON2,387300-1.64
BJBR2,3081,3401.52
2010-09-03 16:55:02
  Price Gain %
AMRT1,16022023.40
IMAS7,1001,15019.33
EMTK89013017.11
SCMA2,70035014.89
BHIT1181514.56
2010-09-03 16:55:02
  Price Loss %
OCAP400-60-13.04
INDR620-80-11.43
BACA76-9-10.59
INRU475-55-10.38
GTBO56-6-9.68
2010-09-03 16:55:01

EXCHANGE RATE

  Jual Beli
 USD 9080.00  8930.00 
 SGD 6751.50  6616.50 
 HKD 1169.10  1147.80 
 CHF 8968.05  8793.05 
 GBP14010.05 13726.05 
 AUD 8282.65  8110.65 
 JPY 108.17  105.36 
 SEK 1261.20  1229.60 
 DKK 1577.45  1534.55 
 CAD 8631.05  8445.05 
 EUR11669.80 11449.80 
 SAR 2430.60  2371.60 
 NZD 6524.70  6363.70 
 CNY 1335.75  1311.45 
2010-09-03 16:02:02

ORI Reli

  Index
ORI 004 103,800
ORI 005 109,000
ORI 006 103,500

Sukuk Ritel

  Index
SR001 109,500
SR002 102,700

Reksadana

  Index
REF 1,540,78



reliance ksei kpei idx bappepam
2010-09-03 16:45:01 AALI 20,150 50 (0.25 %) | ABBA 92 -1 (-1.08 %) | ACES 1,770 -10 (-0.56 %) | ADES 670 -10 (-1.47 %) | ADHI 720 -10 (-1.37 %) | ADMF 10,000 100 (1.01 %) | ADMG 165 0 (0.00 %) | ADRO 1,840 50 (2.79 %) | AGRO 183 0 (0.00 %) | AGRO-W 53 -1 (-1.85 %) | AHAP 105 0 (0.00 %) | AISA 610 -10 (-1.61 %) | AKPI 1,100 0 (0.00 %) | AKRA 1,260 30 (2.44 %) | AKSI 118 1 (0.85 %) | AMAG 127 3 (2.42 %) | AMAG-W 20 2 (11.11 %) | AMFG 4,775 150 (3.24 %) | AMRT 1,160 220 (23.40 %) | ANTA 215 0 (0.00 %) | ANTM 2,100 0 (0.00 %) | APLI 80 0 (0.00 %) | APOL 121 1 (0.83 %) | ARNA 305 -5 (-1.61 %) | ARTI 295 5 (1.72 %) | ASGR 460 0 (0.00 %) | ASIA 111 0 (0.00 %) | ASII 50,000 -50 (-0.10 %) | ASRI 188 -4 (-2.08 %) | ATPK 152 -1 (-0.65 %) | AUTO 17,400 150 (0.87 %) | BACA 76 -9 (-10.59 %) | BAPA 197 -1 (-0.51 %) | BAPA-W 25 1 (4.17 %) | BAYU 210 0 (0.00 %) | BBCA 6,000 100 (1.69 %) | BBKP 690 0 (0.00 %) | BBNI 3,500 125 (3.70 %) | BBRI 9,500 0 (0.00 %) | BBTN 1,820 -20 (-1.09 %) | BCIP 250 5 (2.04 %) | BDMN 5,250 -50 (-0.94 %) | BEKS 99 -1 (-1.00 %) | BFIN 2,350 0 (0.00 %) | BHIT 118 15 (14.56 %) | BIPI 105 3 (2.94 %) | BIPI-W 33 1 (3.13 %) | BISI 1,990 120 (6.42 %) | BJBR 1,340 20 (1.52 %) | BKDP 102 -2 (-1.92 %) | BKSL 104 1 (0.97 %) | BKSW 840 40 (5.00 %) | BLTA 240 5 (2.13 %) | BMRI 6,050 150 (2.54 %) | BMTR 320 0 (0.00 %) | BNBA 121 0 (0.00 %) | BNBR 50 0 (0.00 %) | BNBR-W 6 1 (20.00 %) | BNGA 1,170 -20 (-1.68 %) | BNII 295 0 (0.00 %) | BNLI 1,670 70 (4.38 %) | BPFI 161 0 (0.00 %) | BRAU 435 -5 (-1.14 %) | BRNA 980 -10 (-1.01 %) | BRPT 1,080 0 (0.00 %) | BSDE 810 0 (0.00 %) | BTEK 590 -10 (-1.67 %) | BTEL 178 5 (2.89 %) | BTON 300 -5 (-1.64 %) | BTPN 10,200 0 (0.00 %) | BUDI 220 -5 (-2.22 %) | BUMI 1,690 0 (0.00 %) | BUVA 395 -10 (-2.47 %) | BVIC 129 3 (2.38 %) | BWPT 830 10 (1.22 %) | BYAN 8,950 150 (1.70 %) | CEKA 1,160 70 (6.42 %) | CFIN 315 0 (0.00 %) | CKRA 93 -1 (-1.06 %) | CLPI 480 -20 (-4.00 %) | CMNP 900 0 (0.00 %) | CNKO 154 0 (0.00 %) | COWL 97 2 (2.11 %) | COWL-W 12 0 (0.00 %) | CPIN 6,300 0 (0.00 %) | CSAP 85 2 (2.41 %) | CTRA 335 5 (1.52 %) | CTRP 310 0 (0.00 %) | CTRS 590 10 (1.72 %) | CTTH 69 0 (0.00 %) | DART 158 0 (0.00 %) | DAVO 75 -1 (-1.32 %) | DEWA 60 0 (0.00 %) | DEWA-W 1 0 (0.00 %) | DGIK 82 0 (0.00 %) | DILD 480 -30 (-5.88 %) | DILD-W 74 7 (10.45 %) | DOID 770 -20 (-2.53 %) | DSFI 50 0 (0.00 %) | DSSA 7,600 50 (0.66 %) | DVLA 1,640 10 (0.61 %) | EKAD 215 -5 (-2.27 %) | ELSA 295 0 (0.00 %) | ELTY 115 1 (0.88 %) | EMTK 890 130 (17.11 %) | ENRG 88 0 (0.00 %) | ENRG-W 25 1 (4.17 %) | EPMT 970 20 (2.11 %) | ETWA 198 -2 (-1.00 %) | EXCL 4,975 -25 (-0.50 %) | FASW 2,450 50 (2.08 %) | FISH 730 -20 (-2.67 %) | FORU 97 -4 (-3.96 %) | FPNI 124 3 (2.48 %) | FREN 50 0 (0.00 %) | GDST 110 2 (1.85 %) | GEMA 260 5 (1.96 %) | GGRM 48,000 4,550 (10.47 %) | GJTL 1,760 10 (0.57 %) | GOLD 450 0 (0.00 %) | GPRA 105 -2 (-1.87 %) | GPRA-W 1 -1 (-50.00 %) | GREN 235 5 (2.17 %) | GREN-W 35 0 (0.00 %) | GSMF 88 0 (0.00 %) | GTBO 56 -6 (-9.68 %) | GZCO 365 5 (1.39 %) | HEXA 5,150 -50 (-0.96 %) | HMSP 21,250 800 (3.91 %) | IDKM 420 35 (9.09 %) | IGAR 180 0 (0.00 %) | IKAI 131 -1 (-0.76 %) | IMAS 7,100 1,150 (19.33 %) | INAF 82 -1 (-1.20 %) | INAI 260 0 (0.00 %) | INCI 210 5 (2.44 %) | INCO 4,175 -25 (-0.60 %) | INDF 4,550 75 (1.68 %) | INDR 620 -80 (-11.43 %) | INDY 3,225 25 (0.78 %) | INKP 2,150 50 (2.38 %) | INPC 63 1 (1.61 %) | INRU 475 -55 (-10.38 %) | INTA 1,470 30 (2.08 %) | INTP 19,050 400 (2.14 %) | INVS 3,000 0 (0.00 %) | INVS-W 1,400 -50 (-3.45 %) | IPOL 198 3 (1.54 %) | IPOL-W 39 0 (0.00 %) | ISAT 4,900 325 (7.10 %) | ITMG 38,000 900 (2.43 %) | ITTG 117 -2 (-1.68 %) | JECC 570 0 (0.00 %) | JPFA 2,850 50 (1.79 %) | JPRS 400 5 (1.27 %) | JSMR 3,050 50 (1.67 %) | KAEF 128 1 (0.79 %) | KARK 92 1 (1.10 %) | KBLI 63 -1 (-1.56 %) | KBLV 410 0 (0.00 %) | KBRI 50 0 (0.00 %) | KBRI-W 6 0 (0.00 %) | KIAS 79 0 (0.00 %) | KIJA 122 7 (6.09 %) | KKGI 860 10 (1.18 %) | KLBF 2,375 25 (1.06 %) | KOIN 115 9 (8.49 %) | KOIN-W 20 2 (11.11 %) | KREN 465 5 (1.09 %) | LAMI 158 17 (12.06 %) | LMPI 285 0 (0.00 %) | LPCK 260 5 (1.96 %) | LPGI 740 -20 (-2.63 %) | LPKR 500 0 (0.00 %) | LPLI 215 0 (0.00 %) | LPPS 50 0 (0.00 %) | LSIP 9,350 50 (0.54 %) | LTLS 750 0 (0.00 %) | MAPI 1,470 90 (6.52 %) | MASA 270 -5 (-1.82 %) | MCOR 168 -1 (-0.59 %) | MDLN 220 0 (0.00 %) | MDRN 1,210 10 (0.83 %) | MEDC 3,050 0 (0.00 %) | MEGA 3,050 75 (2.52 %) | META 150 3 (2.04 %) | META-W 62 -1 (-1.59 %) | MFIN 440 35 (8.64 %) | MICE 355 5 (1.43 %) | MIRA 270 0 (0.00 %) | MITI 52 -1 (-1.89 %) | MLPL 97 2 (2.11 %) | MLPL-W 15 0 (0.00 %) | MNCN 285 0 (0.00 %) | MPPA 930 30 (3.33 %) | MRAT 450 -5 (-1.10 %) | MTDL 96 1 (1.05 %) | MTFN 750 -30 (-3.85 %) | MYOR 10,400 -150 (-1.42 %) | MYRX 79 1 (1.28 %) | MYRXP 62 0 (0.00 %) | MYTX 67 1 (1.52 %) | NIKL 310 0 (0.00 %) | OCAP 400 -60 (-13.04 %) | OKAS 355 -5 (-1.39 %) | PANS 750 -20 (-2.60 %) | PBRX 780 -10 (-1.27 %) | PGAS 3,800 -100 (-2.56 %) | PJAA 650 10 (1.56 %) | PKPK 193 1 (0.52 %) | PLAS 970 30 (3.19 %) | PNBN 1,100 10 (0.92 %) | PNIN 430 5 (1.18 %) | PNLF 168 -1 (-0.59 %) | POLY 121 3 (2.54 %) | PRAS 95 -1 (-1.04 %) | PTBA 18,150 400 (2.25 %) | PTPP 820 10 (1.23 %) | PTSN 66 -1 (-1.49 %) | PUDP 315 0 (0.00 %) | PWON 830 0 (0.00 %) | PYFA 103 2 (1.98 %) | RAJA 780 10 (1.30 %) | RALS 860 10 (1.18 %) | RBMS 73 0 (0.00 %) | RICY 170 0 (0.00 %) | RIGS 700 0 (0.00 %) | RIMO 54 1 (1.89 %) | RMBA 510 -10 (-1.92 %) | RODA 50 0 (0.00 %) | ROTI 2,150 125 (6.17 %) | SCMA 2,700 350 (14.89 %) | SDPC 86 -2 (-2.27 %) | SDRA 270 0 (0.00 %) | SGRO 2,700 0 (0.00 %) | SHID 900 40 (4.65 %) | SIPD 53 0 (0.00 %) | SKLT 140 0 (0.00 %) | SKYB 500 -20 (-3.85 %) | SMAR 3,450 0 (0.00 %) | SMCB 2,250 0 (0.00 %) | SMDR 3,650 50 (1.39 %) | SMGR 9,000 100 (1.12 %) | SMRA 970 10 (1.04 %) | SMSM 870 20 (2.35 %) | SOBI 2,325 0 (0.00 %) | SPMA 240 0 (0.00 %) | SQMI 179 -1 (-0.56 %) | SRSN 63 -1 (-1.56 %) | STTP 340 0 (0.00 %) | SULI 103 2 (1.98 %) | TBLA 370 5 (1.37 %) | TCID 7,250 -650 (-8.23 %) | TINS 2,400 -25 (-1.03 %) | TIRT 77 0 (0.00 %) | TKIM 3,800 450 (13.43 %) | TLKM 9,050 100 (1.12 %) | TMAS 165 10 (6.45 %) | TMPI 157 2 (1.29 %) | TMPI-W 50 2 (4.17 %) | TMPO 86 0 (0.00 %) | TOTL 225 0 (0.00 %) | TOWR 6,800 350 (5.43 %) | TPIA 2,650 150 (6.00 %) | TRAM 540 0 (0.00 %) | TRAM-W 380 0 (0.00 %) | TRIL 63 0 (0.00 %) | TRIM 111 4 (3.74 %) | TRST 197 6 (3.14 %) | TRUB 73 2 (2.82 %) | TSPC 1,550 90 (6.16 %) | TURI 690 20 (2.99 %) | ULTJ 750 30 (4.17 %) | UNIT 128 -8 (-5.88 %) | UNSP 275 0 (0.00 %) | UNTR 18,950 100 (0.53 %) | UNVR 16,250 250 (1.56 %) | VRNA 89 -1 (-1.11 %) | WEHA 157 0 (0.00 %) | WIKA 600 10 (1.69 %) | WOMF 415 -5 (-1.19 %) | YPAS 600 20 (3.45 %) |