Fraksi Harga baru per 2 Mei 2016                                           Pengumuman Hati Hati Upaya Penipuan                                           Pengumuman Fungsi Add When di Relitrade Next - G                                           Pengumuman Live Relitrade Next - G ( Ver.2.0 ) tgl. 9 Maret 2015                                           PENGUMUMAN PERUBAHAN LOT SIZE DAN FRAKSI HARGA!                                      PENGUMUMAN PENGKINIAN DATA !                                          
Search News

Product & Services

PERDAGANGAN EKUITAS

Kondisi perekonomian global yang belum kondusif di tahun 2012, masih menyisakan kekhawatiran bagi investor terhadap penurunan kinerja pasar modal Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Kekhawatiran ini ternyata tidak terbukti, kinerja pasar modal Indonesia pada tahun 2012, bertumbuh secara positif. Fundamental ekonomi yang baik dan status Indonesia yang masuk dalam kategori Investment Grade merupakan salah satu faktor pendukung yang menggerakan pasar modal Indonesia. Investor asing masih menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi, walaupun terjadi penurunan nilai bersih transaksi saham asing di tahun 2012. Berdasarkan data yang dikeluarkan PT Bursa Efek Indonesia, nilai bersih transaksi saham asing pada tahun 2012 mencapai Rp 15,44 triliun atau mengalami penurunan sekitar 38,88% dibanding tahun 2011 yang mencapai Rp 25,67 triliun.

Penurunan nilai bersih transaksi saham dari investor asing ini, mempengaruhi nilai transaksi rata-rata harian dari PT Bursa Efek Indonesia dari Rp 4,95 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 4,53 triliun atau mengalami penurunan sekitar 8,28%. Meskipun mengalami penurunan nilai transaksi rata-rata harian, kinerja pasar modal Indonesia masih menunjukan kinerja positif yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia. IHSG mengalami peningkatan sebesar 12,94% dari posisi indeks pada akhir perdagangan tahun 2011 sebesar 3.821,99 menjadi 4.316,69 pada akhir perdagangan tahun 2012. Suatu hal yang patut disyukuri dan terus dipertahankan adalah peranan investor domestik terlihat sangat besar terhadap kinerja positif Bursa Efek Indonesia. Penurunan nilai transaksi investor asing dapat ditopang peningkatan nilai transaksi investor domestik sehingga kinerja pasar modal Indonesia tetap dapat bertumbuh.

Pergerakan IHSG menunjukan tren positif, sejak awal tahun sampai April 2012. Kemudian pada bulan Mei sampai Juni, pasar mengalami koreksi karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap tingginya indeks. Pelaku pasar mulai melakukan wait and see dan melakukan transaksi secara selektif hingga indeks menyentuh posisi terendah di tahun 2012. Berbekal fundamental yang baik dan penurunan indeks yang lebih disebabkan oleh faktor eksternal maka indeks pun kembali ke jalur positif dan ditutup pada level 4.316,69 di hari terakhir perdagangan tahun 2012.

Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi tahun 2012 sebesar Rp 1.116,11 triliun, mengalami penurunan sekitar 8,77% dibanding tahun 2011 yang mencapai Rp 1.223,44 triliun. Total frekuensi transaksi tahun 2012 mencapai sekitar 29,94 juta kali atau mengalami peningkatan sekitar 6,81% dibanding total frekuensi transaksi tahun 2011 yang mencapai 28,02 juta kali. Sejalan dengan penurunan nilai total transaksi dari PT Bursa Efek Indonesia, total nilai transaksi Reliance juga mengalami penurunan sekitar 18,32% dari Rp 23,940 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 19,555 triliun pada tahun 2012. Begitu pula dengan rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 97,00 milyar, menjadi Rp 79,49 milyar pada tahun 2012. Penurunan nilai transaksi ini merupakan pengaruh dari penurunan nilai transaksi asing dan ketidakpastian pasar akibat krisis keuangan global yang belum ada titik temu terhadap penyelesaian krisis tersebut, serta kekhawatiran akan pergerakan IHSG yang cukup tinggi sehingga nasabah-nasabah perusahaan tidak terlalu optimis masuk pasar dan cenderung mengambil posisi wait and see.

Sementara dari sisi frekuensi transaksi, Reliance mengalami peningkatan sekitar 0,20% dari 1.206.185 kali pada tahun 2011 menjadi 1.208.606 kali pada tahun 2012. Fenomena penurunan nilai transaksi dan peningkatan frekuensi transaksi ini menggambarkan bahwa transaksi Perusahaan kebanyakan ditopang nasabah-nasabah ritel. Sementara nasabah-nasabah wholesale dan korporasi cenderung melakukan transaksi secara selektif sehingga terjadi penurunan nilai transaksi dari nasabah-nasabah tersebut.

Setelah melakukan evaluasi atas penurunan transaksi yang terjadi pada semester pertama, Perusahaan segera mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk memperbaiki kinerja di semester kedua tahun 2012. Sejumlah hal dilakukan, di antaranya pertemuan koordinasi antar kantor-kantor cabang, terutama untuk wilayah Jakarta dan Tangerang dilakukan secara reguler setiap minggu. Beberapa perencanaan strategis diterapkan pada seluruh kantor cabang, mencakup faktor-faktor yang terkait dengan tenaga pemasar, investor, dan target transaksi. Investor Gathering secara gencar dilakukan, tidak hanya di Jakarta dan Tangerang, tetapi juga hingga ke kantor-kantor cabang di luar Jakarta. Dilakukan setiap dua minggu sekali, pertemuan-pertemuan ini memberikan pemahaman cara bertransaksi saham yang baik, melakukan up date terhadap pemahaman technical transaction dan memberikan gambaran secara fundamental terhadap saham-saham tertentu.

Tim Riset Reliance juga turut mengambil peranan dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai transaksi Perusahaan, dengan menerbitkan Indeks LS 27 yang merupakan kumpulan saham-saham pilihan yang memiliki kinerja yang baik dan optimal. Indeks LS 27 ini bertujuan memberi panduan kepada nasabah-nasabah Perusahaan dalam menginvestasikan dananya. Sejak awal pembentukannya tanggal 1 Agustus 2012 hingga 28 Desember 2012, Indeks LS 27 telah menunjukan kinerjanya dengan return 12%, melebihi kinerja IHSG pada periode yang sama, hanya memberikan return 4,5%.

Langkah-langkah strategis ini memberikan hasil positif untuk Perusahaan. Kalau sebelumnya pada semester pertama 2012, transaksi Reliance sempat turun hingga lebih dari 25%, maka pada paruh kedua tahun 2012, terjadi perbaikan dan peningkatan transaksi yang sangat baik. Defisit volume transaksi sebelumnya berhasil dikurangi hingga hanya mencapai 18%. Tentu saja secara kumulatif ini masih di bawah kinerja tahun sebelumnya, tetapi ini memberikan sinyal dan arah yang sangat jelas kepada Perusahaan atas langkah-langkah strategis yang telah dilakukan. Dan ini menjadi pijakan yang kuat untuk tahun-tahun mendatang, bahwa Perusahaan akan dapat terus meningkatkan transaksinya dari waktu ke waktu.

Kondisi transaksi Bursa yang menurun tidak menyurutkan langkah Reliance untuk terus bertumbuh secara konsisten. Tahun 2012 ditandai dengan pembukaan 2 (dua) kantor cabang baru Perusahaan di pulau Sumatera, masing-masing di kota Pekan Baru dan kota Medan. Demikian juga untuk keberadaan galeri investasi, bahkan tahun lalu dibuka sekaligus 6 (enam) galeri investasi yang tersebar di Surabaya, Surakarta, Banyuwangi, Yogyakarta, Kediri, dan Makassar. Tambahan kantor cabang dan galeri investasi ini melengkapi total Channel Distribution Reliance pada akhir tahun 2012 menjadi 36 (tiga puluh enam) titik yang tersebar di seluruh provinsi di pulau Jawa, serta Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

PENJAMIN EMISI

Sepanjang tahun 2012, tercatat 23 emiten yang melakukan kegiatan Initial Public Offering (IPO), lebih sedikit dibandingkan dengan tahun 2011 yang menacapai 25 emiten. Walaupun jumlah emiten lebih sedikit, nilai emisi tahun 2012 jauh meningkat dibandingkan nilai emisi tahun sebelumnya. Nilai emisi tahun 2012 mencapai Rp 39,5 triliun naik sebesar 101% dibandingkan nilai emisi tahun 2011 yang hanya mencapai 19,6 triliun. Hal ini karena ketahanan dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah krisis perekonomian khususnya krisis keuangan global yang tidak menentu, yang ditopang oleh karakteristik ekonomi nasional yang bertumpu pada konsumsi domestik dan pembentukan modal tetap bruto (investasi). Selain itu, kenaikan nilai emisi tahun 2012 dikarenakan perbedaan ukuran perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia, dimana terdapat beberapa perusahaan besar dan BUMN.

Masih terdapat beberapa perusahaan besar yang sudah melakukan persiapan untuk go public, tetapi menunda rencana pelaksanaannya karena masih menunggu saat yang tepat antara lain melemahnya tekanan-tekanan ekonomi global khususnya pada komoditas seperti batubara, nikel, tembaga dan CPO.

Di tahun 2012 Perusahaan aktif mengikuti sindikasi penjaminan emisi efek, dimana dari total 23 emiten yang melakukan IPO, Reliance berpartisipasi dalam 15 penjaminan atau 65 % dari total sindikasi dengan nilai penjaminan sebesar Rp 10,67 milyar.

Bercermin pada kinerja perekonomian nasional tahun 2012, Perusahaan yakin bahwa perekonomian di tahun 2013 memiliki potensi yang besar untuk terus tumbuh dengan perkiraan tingkat pertumbuhan sebesar 6,8% dan target inflasi sebesar 4,9%. Kekuatan pasar domestik dan arus investasi yang semakin meningkat seiring dengan pengakuan investement grade oleh lembaga pemeringkat internasional seperti S&P, Moody dan Fitch yang merupakan modal utama pertumbuhan. Berdasarkan keyakinan tersebut diatas, diperkirakan tahun 2013 semakin banyak calon emiten yang akan melakukan penawaran umum (IPO), dimana Perusahaan dapat lebih berperan aktif dalam membentuk sindikasi, atau berpartisipasi dalam penjaminan emisi efek.

PENDAPATAN TETAP

Dengan kondisi hampir sepanjang tahun Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI rate pada level 5,75%, tentunya menekan tingkat yield instrumen berpendapatan tetap yang ditransaksikan di pasar. Hal ini juga menyebabkan transaksi instrumen fixed income berlangsung pada kondisi harga yang sangat ketat, dengan selisih harga yang sangat tipis. Walaupun demikian, Perusahaan tahun ini tetap berhasil mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi. Ini semua tak lepas dari luas dan bervariasinya basis investor Perusahaan pada instrumen fixed income, mencakup investor ritel dan juga investor institusi, yang terdiri dari lembaga keuangan bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, manajer investasi dan reksa dana, serta sesama perusahaan sekuritas.

Tahun 2012, Divisi Fixed Income membukukan transaksi sebesar Rp 1.222,22 milyar atau mengalami kenaikan lebih dari 50% dibandingkan transaksi pada tahun 2011 yang sebesar Rp 791,30 milyar. Transaksi tersebut selain disumbang dari nasabah-nasabah institusi yang secara aktif bertransaksi di pasar sekunder, juga ditambah dari nasabah-nasabah perorangan yang melakukan transaksi perdagangan Sukuk Negara Ritel dan Obligasi Negara Ritel pada pasar perdana.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Reliance Securities pada tahun 2012 kembali dipilih dan dipercaya Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menjadi Agen Penjual kedua instrument ritel tersebut, yakni Sukuk Negara Ritel Seri 004 (SR004) dan Obligasi Negara Ritel Seri 009 (ORI009). Kalau pada penerbitan SR004, Perusahaan berhasil memasarkan total senilai Rp 200 milyar, pada penerbitan ORI009 berhasil dijual total sebesar Rp 131,66 milyar.

Demikian juga dengan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang untuk Reliance sudah merupakan satu kesatuan yang selalu melekat dengan pemasaran Sukuk Negara Ritel dan Obligasi Negara Ritel, tahun 2012 dilakukan melalui kegiatan-kegiatan dengan tema ?Cerdas Bersama Sukuk? untuk SR004 dan tema ?ORI009 Makin Terangi Bumi? untuk ORI009.

RISET

Tahun 2012 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi tim riset. Kondisi pasar global yang tidak menentu terkait krisis hutang di Eropa serta transisi politik di Amerika, China, dan Jepang, menuntut peran penting dari tim riset yang bertindak sebagai kompas para investor dalam mengambil langkah investasi. Kualitas dan konsistensi dari berbagai report yang diterbitkan antara lain Daily Insight, Daily Price Action, Weekly Trading Plan, Stock Focus, IPO summary, Special Report dan Market Outlook menjadi yang utama bagi kami.

Tim riset terus menjaga nilai kedisiplinan antara lain, menyelenggarakan conference call 45 menit sebelum pembukaan perdagangan bursa, mem-broadcast materi conference call melalui media sosial, update berita secara real-time dan kontinu melalui platform online trading Relitrade maupun website www.relitrade.com. Selama jam perdagangan secara aktif mendampingi tim sales melalui conference chat.

Di samping rutinitas yang ada, pola pikir inovatif serta semangat untuk berkembang terus menjadi tumpuan dalam rangka mencapai visi menjadi profit center. Pada tahun 2012 ini tim riset menerbitkan Indek LS 27 yang terdiri atas saham-saham berkinerja optimal berdasarkan kategori kami, yang secara fenomenal menutup akhir tahun dengan return 12% untuk periode 1 Agustus 2012-28 Desember 2012, melebihi kinerja dari IHSG yang hanya sebesar 4.5% pada periode yang sama. LS 27 adalah wujud dari komitmen kami untuk membantu internal dan eksternal enuser, dengan kondisi rekomendasi yang update secara harian, LS 27 menjadi sarana yang ampuh dalam menghadapi dan menjelahi pasar di tahun 2012. Kinerja dari LS 27 akan terus kami pertahankan dengan menyeleksi saham-saham berkinerja baik dan sehat baik secara fundamental maupun teknikal untuk selalu dapat menuntun para nasabah dan klien kami. Selain LS 27, laporan hasil initiate coverage (stock focus) menjadi fokus kegiatan kami pada tahun ini, beberapa emiten dari LS 27 telah dianalisa secara mendalam dan dikemas menjadi laporan yang komprehensif dalam rangka menjadi referensi pengetahuan bagi para investor dan dapat dijadikan sasaran investasi jangka panjang.

Keaktifan dalam mendistribusikan opini pasar ke berbagai media cetak dan internet juga selalu dijaga dan akan semakin kami tingkatkan dengan semakin bertambahnya laporan stock fokus. Keikut sertaan kami dalam membagikan informasi kepada publik, bursa dan internal en-user; berupa talkshow di siaran televisi, market outlook gathering di (Bursa Efek Indonesia) BEI serta pelatihan teknikal baik untuk internal maupun external investor juga menjadi kebanggaan, dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang dengan semakin memperbanyak variasi materi, pengetahuan, konten serta meningkatkan frekuensi kegiatan-kegiatan tersebut.


A
A
A

IDX CHART

Online Trading




call center    verisign

Chat With Customer Service
CSO1:Customer Service YM!
CSO2:Customer Service YM!
CSO3:Customer Service YM!

QUOTE

WORLD INDEX

  Index %
DJIA 18,226.93 0.44
FTSE 6,680.69 -0.03
HIS 21,224.74 1.65
N225 16,095.65 2.46
NDSI 5,022.82 0.69
SHCI 3,049.38 1.82
SPX 2,152.14 0.70
STI 2,901.82 0.89
IHSG 5,099.53 0.60

EXCHANGE RATE

Code Rate Change %
EUR-USD 1.08
GBP-USD 1.25
USD-JPY 111.34
USD-CNY 6.89
USD-HKD 7.77
USD-SGD 1.40
USD-IDR 13,300.00
AUD-USD 0.76



reliance ksei kpei idx ojk t3b